Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis laporan PDB yang mengesankan hari ini, menunjukkan pertumbuhan 3,8% di Q2 meskipun Q1 yang brutal. Namun, pasar kripto dan TradFi sama-sama terus mengalami penurunan.
Walaupun ekonom dan analis terkenal memperlakukan angka-angka ini dengan serius, ada skeptisisme yang meningkat tentang keaslian data tersebut. Tren ini bisa membuat pasar semakin kacau dan tidak dapat diprediksi.
Laporan Ekonomi AS yang Bullish
Sponsored
Sponsored
Ada banyak ketakutan bearish dalam ekonomi AS: beberapa penilaian ekonomi besar terakhir negatif, dan Federal Reserve baru-baru ini memotong suku bunga setelah berbulan-bulan ragu-ragu.
Namun, hari ini, dua laporan baru keluar, menunjukkan arah positif untuk AS.
Temuan terbaru Departemen Tenaga Kerja tentang pengangguran menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS menurun dalam minggu terakhir. Lebih penting lagi, BEA merilis laporan tentang PDB AS di Q2 2025.
Laporan tersebut menggambarkan kenaikan 3,8% dalam pertumbuhan PDB, sebuah perubahan yang menakjubkan dari penyusutan di Q1.
Sponsored
Sponsored
Ini nampaknya seperti laporan yang sangat optimistis untuk ekonomi AS, namun investor sepertinya tidak melihatnya demikian. Sejauh ini, Nasdaq dan S&P 500 mencatat penurunan kecil hari ini.
Pasar kripto mengalami kondisi yang lebih buruk, dengan hampir semua token utama mengalami penurunan dalam beberapa jam terakhir.
Apa yang bisa menjelaskan fenomena ini? Sayangnya, ada kemungkinan yang sangat mengganggu. Ketika ekonom Harvard dan analis Bloomberg membahas data ekonomi AS yang optimistis ini, para pengikut mereka hampir sepakat: laporan ini palsu.
Sponsored
Sponsored
Para komentator sendiri tidak menanggapi kekhawatiran ini, namun reaksi publik sangat intens.
Definisi resmi dari resesi ekonomi adalah dua kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan PDB negatif. Dengan kata lain, jika BEA melaporkan bahwa ekonomi AS menyusut di Q2 2025, itu akan secara resmi mengumumkan resesi.
Presiden Trump baru-baru ini memecat kepala Biro lainnya karena memposting data negatif, dan ini mungkin memiliki efek menakutkan.
Trader kripto yang cerdas telah mulai mengabaikan laporan ekonomi AS yang diproduksi di bawah pemerintahan Trump. Ini mungkin membantu menjelaskan mengapa pasar token menurun.
Sponsored
Sponsored
Memang, kripto seharusnya menjadi tempat aman selama resesi, jadi data ini juga tidak menenangkan, namun setidaknya ada narasi yang koheren.
Namun, jika Nasdaq dan S&P 500 juga menurun, ini mungkin menunjukkan bahwa pasar TradFi juga semakin skeptis. Untuk lebih jelasnya, tidak ada dari indeks ini yang anjlok; keduanya mencatat kerugian kurang dari 1%.
Namun demikian, setiap penurunan sangat mengkhawatirkan jika terjadi setelah data ekonomi yang begitu positif.
Ke depan, laporan PDB AS ini bisa menandakan periode baru yang kacau di pasar. Baik atau buruk, survei ini biasanya mempengaruhi investor, namun dampak hari ini hampir tidak dapat dipahami.
Jika institusi kripto dan TradFi sama-sama mulai mengabaikan data ini sepenuhnya, akan semakin sulit untuk memprediksi pilihan investasi yang tepat.
