CME Group, bursa derivatif terbesar di dunia, berencana melakukan listing kontrak futures untuk Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM). Perdagangan dijadwalkan dimulai pada 9 Februari, menunggu persetujuan dari regulator.
Langkah ini membawa derivatif aset kripto yang teregulasi ke altcoin utama, sehingga memperluas akses institusi. Meski begitu, pengumuman ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga ADA, LINK, maupun XLM.
Sponsored
Sponsored
CME Group Perluas Produk Aset Kripto
CME Group mengumumkan perkembangan ini lewat unggahan resmi di X (dulu Twitter). Produk baru ini akan tersedia dalam ukuran kontrak standar dan mikro, sehingga menargetkan klien institusional dan trader ritel.
Kontrak standar terdiri dari 100.000 ADA, 5.000 LINK, atau 250.000 XLM. Sementara kontrak mikro berisi 10.000 ADA, 250 LINK, atau 12.500 XLM. Opsi kontrak mikro memungkinkan perdagangan aset kripto regulasi dengan komitmen dana lebih kecil, sehingga memberikan akses lebih luas bagi trader dengan modal terbatas.
“Pilihan produk Crypto kami semakin berkembang dengan hadirnya futures Cardano, Chainlink, dan Stellar. Tersedia dalam ukuran besar maupun mikro, kontrak-kontrak ini akan menawarkan efisiensi modal dan fleksibilitas untuk memperluas strategi Anda,” tulis tim mereka.
Penambahan produk ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan investasi aset kripto yang teregulasi. Pada 2025, CME Group melaporkan aktivitas derivatif aset kripto yang memecahkan rekor. Volume harian rata-rata naik 139% menjadi 278.000 kontrak, setara dengan nilai nosional US$12 miliar.
Peluncuran futures Cardano, Chainlink, dan Stellar akan menambah jajaran opsi teregulasi CME. Saat ini CME sudah menawarkan futures dan options untuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP (XRP), dan Solana (SOL). Menariknya, kontrak baru tetap memerlukan persetujuan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), menunjukkan fokus regulasi CME.
Sponsored
Sponsored
Langkah CME Membawa Pengakuan Institusional ke ADA, LINK, XLM meski Harga Masih Sideways
Harga Cardano, Chainlink, dan Stellar tetap stabil setelah pengumuman CME pada 15 Januari. Hal ini sesuai dengan tren sebelumnya. Bahkan saat pasar derivatif mengumumkan peluncuran opsi untuk XRP dan Solana, harga juga tidak langsung bergerak signifikan.
Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa harga ADA turun 2,2% dalam satu hari terakhir, diperdagangkan di US$0,39 pada saat berita ini tayang. XLM juga melemah 1,1% ke level US$0,22 pada waktu publikasi.
LINK tercatat turun tipis 0,49%, diperdagangkan di US$13,7. Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar secara umum, di mana kapitalisasi pasar keseluruhan menyusut hampir 1% pada periode yang sama.
Meski begitu, analis menilai langkah ini menandakan pengakuan institusional terhadap aset-aset tersebut yang makin meningkat serta memperluas akses untuk berbagai pelaku pasar.
“Artinya bagi Stellar: • XLM mendapatkan pengakuan dan legitimasi institusional • Futures teregulasi membuka peluang bagi hedge fund & manajer aset • Likuiditas, manajemen risiko, dan kematangan pasar jadi lebih kuat • Ada jembatan baru antara TradFi dan pemanfaatan blockchain Stellar di dunia nyata,” tulis wallet DeFi berbasis Stellar, Scopuly dalam unggahannya.
Secara keseluruhan, rencana peluncuran futures Cardano, Chainlink, dan Stellar oleh CME Group menjadi langkah berikutnya dalam pengembangan pasar derivatif aset kripto. Walaupun pengumuman ini tidak memicu kenaikan harga secara langsung, kehadiran instrumen teregulasi semakin memperkuat partisipasi institusi serta menambah infrastruktur pasar untuk altcoin utama.
