Pasar prediksi di Polymarket sekarang mematok peluang terjadinya shutdown pada 31 Januari sekitar 78%, melonjak drastis dari hanya 10% tiga hari sebelumnya.

Di tengah risiko meningkatnya kemungkinan shutdown pemerintah AS, para investor berbondong-bondong memilih aset safe haven seiring ketidakpastian yang semakin besar. Crypto Fear and Greed Index kini menunjukkan ‘Extreme Fear’. Sebelumnya, sentimen baru saja pulih ke level netral kurang dari seminggu lalu.

Crypto Fear and Greed Index | Sumber: Alternative

Sponsored

Sponsored

Kebuntuan Pembuat Kebijakan AS Dorong Peluang Shutdown di Polymarket Semakin Tinggi

Kebuntuan politik dalam pendanaan untuk Department of Homeland Security (DHS) semakin parah. Kenaikan kemungkinan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan tajam harga emas dan perak, meniru pola yang pernah terjadi saat shutdown selama 43 hari yang berakhir pada November 2025.

Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan Rancangan Undang-Undang pendanaan darurat dengan hasil suara 341 setuju dan 81 menolak. Tapi, Senat dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Mayoritas Chuck Schumer, menolak untuk memajukan RUU tersebut. Secara khusus, pendanaan DHS, terutama untuk Immigration and Customs Enforcement (ICE), masih melekat.

“Demokrat meminta reformasi masuk akal dalam RUU pendanaan Department of Homeland Security, tapi karena Partai Republik menolak untuk melawan Presiden Trump, RUU DHS ini sangat tidak memadai untuk mengendalikan penyalahgunaan ICE. Saya akan memilih tidak,” ujar Schumer dalam sebuah unggahan.

Kebuntuan ini menciptakan “pemadaman data”. Penundaan rilis indikator ekonomi seperti CPI dan laporan pekerjaan memperumit kebijakan dan model risiko The Fed. Risikonya bisa mendorong volatilitas pasar makin tinggi.

“Pemerintah akan shutdown dalam 6 hari. Terakhir kali terjadi shutdown, harga emas dan perak melesat ke rekor tertinggi. Tapi kalau kamu memegang aset lain seperti saham, kamu harus sangat berhati-hati… Karena kita akan masuk periode pemadaman data total,” tulis NoLimit, seorang analis ekonomi makro dan akun populer di X dalam unggahannya.

Memang, petaruh di Polymarket memperkirakan hasil serupa, dengan peluang sebesar 76% akan terjadi shutdown pemerintah AS berikutnya pada 31 Januari.

Sponsored

Sponsored

Peluang Shutdown Pemerintah AS hingga 31 Januari | Sumber: Polymarket

Prediksi lain juga menunjukkan peluang sebesar 77% terjadi kelumpuhan pendanaan pemerintah AS pada 31 Januari. Jika benar-benar terjadi, analis memprediksi empat ancaman utama:

  • Data ekonomi yang tertunda
  • Peluang penurunan kredit
  • Bekunya likuiditas, dan
  • Kontraksi PDB sekitar 0,2% per minggu jika kebuntuan terus berlanjut.

“Kebanyakan orang mengabaikan hal ini, tapi risiko shutdown makin nyata. Tenggat waktunya makin dekat, dan negosiasi pendanaan masih buntu. Kalau pemerintah melambat, semua ikut melambat. Gaji terlambat, kontrak berhenti, keputusan jadi tertunda. Pasar selalu mengabaikan awalnya, tiba-tiba nanti mereka merasa dampaknya,” papar peneliti DeFi, Justin Wu dalam unggahan X.

Logam mulia menjadi penerima manfaat yang paling jelas. Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas US$5.000 per ons, dan pada waktu publikasi diperdagangkan di level US$5.041. Sementara itu, harga perak menembus batas US$100 untuk pertama kalinya, diperdagangkan di US$103,07 per ons pada waktu publikasi.

Sponsored

Sponsored

Gold (XAU) and Silver (XAG) Price Performances
Performa Harga Emas (XAU) dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView

Tidak hanya karena minat aset safe haven, keterbatasan pasokan secara struktural, permintaan industri atas perak di sektor elektronik dan solar, serta kekhawatiran geopolitik yang lebih luas juga mendorong reli ini.

Preseden historis memperkuat tren ini karena selama shutdown sebelumnya di akhir 2025, harga emas naik dari sekitar US$3.858 menjadi di atas US$4.100 per ons. Sementara itu, perak sempat menguji level US$54, mencerminkan kombinasi aksi beli karena risiko dan premi ketidakpastian.

Pasar kripto, di sisi lain, justru menunjukkan volatilitas di tengah ketidakpastian ini. Bitcoin, yang turun sekitar 20% selama shutdown selama 43 hari pada tahun 2025, tetap sensitif terhadap kejutan likuiditas dan keterlambatan data ekonomi, sehingga membuat investor lebih berhati-hati.

Sponsored

Sponsored

Shutdown yang berkepanjangan dapat memperparah tekanan di pasar repo dan reksa dana pasar uang, dengan beberapa pihak mempertaruhkan shutdown pemerintah berikutnya bisa berlangsung hingga dua bulan.  

Peluang Durasi Shutdown Pemerintah AS Berikutnya | Sumber: Polymarket

Walau risikonya tinggi, shutdown bukan hal yang pasti terjadi. Kongres masih bisa mencegahnya dengan meloloskan sisa rancangan anggaran atau memperpanjang pendanaan lewat resolusi sementara lainnya.

“…kami mengalami shutdown terpanjang dalam sejarah baru beberapa bulan lalu… jelas saat ini tidak ada minat untuk mengulanginya lagi,” ujar Rachel bade, co-host The Huddle.

Kesepakatan bipartisan baru-baru ini memang telah menurunkan peluang, namun dengan Senat masih buntu dan waktu kurang dari satu minggu sebelum tenggat 30 Januari, pelaku pasar tetap memperkirakan peluang gangguan yang cukup besar.

Di tengah situasi ini, trader Polymarket terus melakukan taruhan, sedangkan harga emas dan perak semakin naik. Hal ini terjadi karena dalam periode kebuntuan politik dan ketidakpastian fiskal, aset safe-haven secara historis memberikan perlindungan tambahan.

Meski demikian, perlu diingat juga bahwa pasar bisa bergerak sangat tajam ke dua arah tergantung pada perkembangan solusi kebuntuan ini. Maka, investor sebaiknya melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *