Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengecam invasi Rusia ke Ukraina sebagai “agresi kriminal.” Ia mendorong penerapan prinsip tata kelola terinspirasi kripto untuk mentransformasi sistem politik Rusia.

Pernyataannya, yang diterbitkan menjelang peringatan empat tahun invasi pada 24 Februari 2026, mengaitkan konsep blockchain dengan keamanan jangka panjang Eropa dan Ukraina.

Sponsored

Sponsored

Vitalik Buterin Kecam Agresi di Tengah Dukungan untuk Ukraina

Inovator Rusia-Kanada tersebut menolak secara langsung narasi-narasi yang menganggap konflik ini bermoral abu-abu. Ia menegaskan bahwa invasi Rusia ke Ukraina sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Dengan latar belakang keturunan Rusia dan tumbuh di Kanada, ia menyoroti perbedaan besar antara:

  • Peningkatan institusi di Ukraina selama satu dekade terakhir dan
  • Represi yang semakin parah, ambisi imperial, serta agresi militer Rusia.

“Ukraina membutuhkan banyak bantuan — untuk terus membela diri dan meminimalkan penderitaan manusia akibat serangan pada bangunan pemukiman, sistem energi, dan lainnya,” tulis Buterin, yang mendesak dukungan internasional berkelanjutan demi melindungi warga sipil dan menjaga kemampuan pertahanan Ukraina.

Buterin juga mengkritik narasi Barat yang mengecilkan tanggung jawab Rusia, dan menyatakan bahwa saat ini para pemimpin Moskow belum memiliki insentif untuk mencari perdamaian.

Oleh karena itu, ia menyarankan bahwa satu-satunya cara untuk memaksa negosiasi yang berarti adalah dengan melanjutkan tekanan militer dan ekonomi secara berkelanjutan.

Sponsored

Sponsored

Menerapkan Prinsip Kripto untuk Reformasi Politik

Dengan mengambil pembelajaran dari pengalaman di Ethereum dan tata kelola blockchain, Buterin mengusulkan bahwa reformasi jangka panjang di Rusia bisa diuntungkan dengan menerapkan:

  • Governance terdesentralisasi
  • Pemungutan suara kuadratik, dan
  • Demokrasi digital

Mekanisme ini, yang sudah dieksplorasi dalam ekosistem kripto, dirancang untuk mendistribusikan kekuasaan, mencegah konsolidasi otoritarian, dan memungkinkan warga memberikan pengaruh yang seimbang pada pengambilan keputusan.

“Tujuannya adalah membangun suatu negara yang, ketika tujuannya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, akan menjadi sekuat mungkin. Tapi ketika tujuannya menindas minoritas atau melakukan agresi ke negara tetangga, negara tersebut justru jadi sangat tidak terkoordinasi dan lemah,” jelas dia.

Buterin menekankan bahwa desentralisasi bukan sekadar konsep, namun dapat menjadi pedoman untuk transisi politik di dunia nyata.

Sistem seperti https://pol.is, yang memungkinkan tercapainya konsensus skala besar dan diskusi publik, bisa membantu mengidentifikasi prioritas bersama masyarakat dan membentuk kebijakan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada struktur hierarki tradisional.

Sponsored

Sponsored

Pernyataan ini muncul hanya beberapa minggu setelah penyedia internet mulai memblokir akses pada tingkat jaringan, memblokir sejumlah situs berita kripto pada jaringan internet rumah di Rusia.

Visi untuk “Rusia yang Indah di Masa Depan”

Meski demikian, lebih dari sekadar penyelesaian konflik langsung, Buterin menegaskan bahwa keamanan Eropa dan Ukraina sangat bergantung pada transformasi mendasar Rusia.

Ia membayangkan sebuah negara di mana struktur tata kelola internal lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi publik daripada agresi militer, sehingga bisa memperkecil kemungkinan terjadinya konflik di masa depan.

Buterin menyatakan bahwa perubahan ini membutuhkan kepemimpinan baru dan ide-ide segar di dalam oposisi politik Rusia.

Sponsored

Sponsored

Ia mengambil pelajaran dari kripto, bahwa sistem yang sudah mapan hampir tidak pernah mengalami kemajuan tanpa strategi baru, eksperimen, dan partisipasi inklusif. Ia menganggap pendekatan ini sebagai proses dua tahap:

  • Pertama, Ukraina harus menerima segala bentuk dukungan agar militer Rusia melemah hingga mencapai gencatan senjata.
  • Kedua, setelah Putin, fokus harus diarahkan pada pemberdayaan kelompok moderat di Rusia yang bersedia menerima reformasi, perdamaian, dan prinsip tata kelola terdesentralisasi.

Usulan Buterin mencerminkan semakin eratnya hubungan antara model tata kelola teknologi dan politik internasional.

Walaupun metode terinspirasi blockchain sejauh ini kebanyakan diuji di jaringan digital, penerapannya ke pemerintahan negara merupakan langkah radikal yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Namun, sudut pandang co-founder Ethereum ini menawarkan sudut pandang baru dalam penyelesaian konflik dan pembangunan negara. Pendekatan ini menunjukkan bahwa di luar diplomasi atau tekanan militer, inovasi sistemik bisa menjadi kunci perdamaian abadi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *