Harga emas baru saja anjlok dalam salah satu penurunan satu hari terbesar dalam beberapa dekade setelah sempat menembus US$5.600 per ons. Meski begitu, para trader tetap memasang taruhan agresif bahwa logam mulia ini bisa melonjak ke US$20.000 atau lebih.

Perbedaan ini menyoroti pasar yang digerakkan oleh kekuatan ekonomi makro, spekulasi, ketidakpastian geopolitik, dan perilaku bank sentral yang berubah-ubah.

Sponsored

Sponsored

Banyak Taruhan Bullish Emas meski Volatilitas Tinggi

Berdasarkan komentar dari para trader dan analis pasar, sekitar 11.000 kontrak terkait opsi call spread emas Desember US$15.000/US$20.000 telah dikumpulkan.

“Opsi call emas US$20.000 melonjak meski terjadi aksi jual besar-besaran. Taruhan bullish jauh di luar harga pasar emas terus masuk walau sudah terjadi koreksi historis… Posisi ini kini tumbuh menjadi sekitar 11.000 kontrak, walaupun harga konsolidasi di kisaran US$5.000,” komentar Walter Bloomberg.

Opsi Call dan Put Emas
Opsi Call dan Put Emas | Sumber: Walter di X

Optimisme ini tetap ada walaupun harga XAU bergerak sideways di sekitar US$5.000. Skala transaksi seperti ini sangat mencolok, apalagi mengingat jaraknya yang jauh dari harga saat ini.

Transaksi semacam ini berfungsi sebagai taruhan murah dengan potensi imbal hasil besar. Agar spread tersebut bisa kadaluarsa dalam keadaan in the money, harga emas harus hampir tiga kali lipat pada bulan Desember, yaitu skenario yang akan membutuhkan kejutan ekonomi makro atau geopolitik besar-besaran.

Kinerja Harga Emas (XAU)
Kinerja Harga Emas (XAU) | Sumber: TradingView

Namun, kehadiran taruhan-taruhan ini sudah memengaruhi dinamika pasar, mendorong implied volatility (IV) naik pada opsi call jauh di luar harga pasar dan menandakan permintaan terhadap eksposur untuk kenaikan ekstrem.

Dalam situasi seperti ini, beberapa analis menilai tren utama emas masih tetap solid, walaupun sempat terguncang beberapa waktu terakhir.

Sponsored

Sponsored

“Jika kamu mulai melihat dari sudut pandang ekonomi makro, sangat jelas bahwa pasar emas sama sekali belum mencapai puncak. Memang, dalam jangka pendek bisa saja harga puncak dan masuk fase konsolidasi 1-2 tahun, tapi itu bukan berarti kita tidak sedang berada di bull market besar untuk emas. Faktanya, menurut saya memang seperti itu. Itulah kenapa saya akan beli emas jika harga turun 30-50% lagi,” ujar analis makro Michael van de Poppe.

Pandangan ini menggambarkan semakin banyaknya investor makro yang percaya reli emas berkaitan dengan perubahan struktural pada sistem keuangan global, dan bukan sekadar siklus musiman semata.

Bull Market atau Jeda Sementara karena Kendala Jangka Pendek Masih Ada?

Meski narasi bullish jangka panjang tetap kuat, volatilitas jangka pendek tetap tinggi. Ahli strategi komoditas Ole Hansen baru-baru ini menuturkan bahwa emas kembali memantul di atas US$5.000 setelah data inflasi Amerika Serikat yang melemah menekan yield obligasi lebih rendah dan menumbuhkan kembali harapan pemangkasan suku bunga.

Sponsored

Sponsored

Ini menunjukkan bahwa walaupun ada angin makro yang positif, aktivitas trading dan kondisi likuiditas, terutama di Cina, dapat sangat memengaruhi pergerakan harga jangka pendek.

Sentimen bullish ini muncul bersamaan dengan lonjakan aktivitas spekulatif di pasar logam. Volume trading kontrak aluminium, tembaga, nikel, dan timah berjangka di Cina telah melonjak hingga melewati angka normal historis, didorong sebagian besar investor ritel.

Exchange berulang kali memperketat persyaratan margin dan aturan trading guna mengekang spekulasi berlebihan, mencerminkan tingginya euforia pasar.

Kondisi seperti ini seringkali memperbesar ayunan harga, sehingga bisa terjadi reli yang melesat maupun koreksi tajam secara cepat.

Sponsored

Sponsored

Faktor lain yang memperkuat narasi emas adalah diversifikasi oleh bank sentral. Ekonom Steve Hanke menyoroti pergeseran Cina yang mengurangi kepemilikan US Treasury dan beralih ke cadangan emas, tren yang secara umum dianggap sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada aset dalam denominasi dolar.

Pola ini membuat spekulasi berkembang bahwa emas akan berperan lebih besar dalam cadangan global jika ketegangan geopolitik atau gejolak mata uang makin parah.

Namun, tidak semua orang yakin reli ini akan bertahan. Strategi komoditas Mike McGlone memperingatkan bahwa sektor logam bisa saja mengalami overheating, mengingatkan pada puncak-puncak sebelumnya yang diikuti koreksi setelah posisi ekstrem.

Valuasi yang sudah tinggi, volatilitas meningkat, dan derasnya arus spekulasi bisa membuat pasar rentan terhadap penurunan tajam lainnya jika kondisi makro berubah.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *