Perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Binance, YZi Labs (sebelumnya bernama Binance Labs), secara terbuka menuduh manajer aset 10X Capital pada hari Rabu karena tidak mematuhi persyaratan pengungkapan sekuritas di Amerika Serikat. Perselisihan ini terjadi di tengah perubahan tata kelola yang lebih luas di CEA Industries.
Dalam artikel blog resminya, perusahaan tersebut menuduh bahwa 10X Capital tidak memenuhi aturan SEC yang mewajibkan pengungkapan kepemilikan saham setelah melewati ambang batas tertentu.
Sponsored
Sponsored
YZi Labs Menuduh 10X Capital atas Pelanggaran Pelaporan
Perselisihan ini berpusat pada CEA Industries, yang dikenal dengan kode Nasdaq, BNC. Perusahaan ini menggambarkan dirinya sebagai pengelola treasury korporasi BNB terbesar di dunia.
Bagi para pelaku pasar aset kripto, situasi ini sangat relevan. Strategi treasury BNC menjadikannya sangat terkait dengan ekosistem Binance. Jika ada perubahan dalam tata kelola atau manajemen aset di perusahaan ini, maka pengelolaan kepemilikan besar BNB miliknya pun bisa ikut berubah.
YZi Labs dan 10X Capital sama-sama memiliki posisi di BNC, dan perkembangan terakhir menunjukkan eskalasi persaingan dalam tata kelola perusahaan tersebut.
Tuduhan terbaru ini muncul hanya satu minggu setelah BNC membantah secara terbuka klaim sebelumnya dari YZi Labs tentang kepatuhan perusahaan terhadap aturan Nasdaq terkait waktu pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Dalam pernyataan pada 13 Februari, BNC menegaskan bahwa pihaknya sudah sepenuhnya patuh, serta menolak apa yang mereka sebut sebagai tuduhan “palsu” dan “sembarangan”.
Dalam surat resmi kepada 10X Capital pada hari Rabu, YZi Labs menuduh bahwa manajer aset tersebut tidak melaporkan kepemilikan sahamnya di CEA Industries dengan benar.
Sponsored
Menurut hukum sekuritas Amerika Serikat, investor yang mengumpulkan lebih dari 5% saham sebuah perusahaan publik wajib mengungkapkan kepemilikannya. Dengan begitu, pemegang saham lain bisa mengetahui adanya potensi perubahan dalam pengaruh perusahaan.
Menurut YZi Labs, 10X Capital sudah memiliki lebih dari 5% saham BNC sejak akhir tahun 2025. Tapi, mereka tidak mengajukan Schedule 13D untuk melaporkan kepemilikan tersebut secara resmi, atau mengungkap bahwa mereka mungkin bertindak bersama dengan pemegang saham lain.
YZi Labs juga menuduh pendiri 10X Capital, Hans Thomas, yang menjabat sebagai anggota dewan BNC, tidak menyerahkan laporan SEC yang diwajibkan bagi direktur untuk mengungkapkan kepemilikan saham awal mereka di perusahaan tersebut.
“Aturan pengungkapan SEC bukanlah ‘keinginan pribadi’ atau ‘urusan rumah tangga yang opsional’ – aturan ini adalah standar dasar dan menjadi kewajiban mutlak bagi siapa pun yang ingin duduk di Dewan perusahaan publik,” ujar Alex Odagiu, mitra investasi di YZi Labs. “Jika Anda tidak bisa mengelola pelaporan Section 16 secara tepat waktu dan pengungkapan kepemilikan yang jelas, sebaiknya Anda tidak mengelola perusahaan publik.”
Sponsored
Sponsored
Tuduhan ini muncul pada hari yang sama saat Dewan Direksi BNC mengumumkan proposal untuk mengubah Perjanjian Manajemen Aset dengan 10X Capital.
Taruhan Governance Naik atas Kesepakatan Aset
Dalam proposalnya, Dewan menyatakan bahwa mereka mengupayakan agar biaya manajemen lebih rendah, masa kontrak menjadi lebih singkat, serta adanya ketentuan penghentian kontrak yang lebih fleksibel. Mereka menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan fleksibilitas operasional dan nilai jangka panjang.
Langkah ini dilakukan setelah Dewan menuturkan telah melakukan peninjauan komprehensif terhadap perjanjian tersebut, dan setelah YZi Labs secara terbuka mengonfirmasi pengakhiran perjanjian sampingan yang sebelumnya tidak diungkapkan dengan 10X. Perjanjian sampingan itu selama ini membatasi amandemen terhadap kesepakatan tersebut.
Sponsored
Sponsored
Setelah pembatasan itu dihapus, Dewan menyatakan bahwa mereka melanjutkan diskusi renegosiasi kontrak.
Perkembangan ini berlangsung seiring dengan proses pelaporan regulasi yang dilakukan YZi Labs. Firma investasi ini sebelumnya telah mengungkapkan bahwa mereka melampaui ambang kepemilikan 5% setelah perusahaan melakukan buyback saham dan kemudian membentuk kelompok pemegang saham.
Melampaui ambang batas itu sangat penting baik menurut hukum sekuritas federal maupun hukum korporasi Nevada, tempat CEA Industries terdaftar.
Sementara peraturan federal mewajibkan pengungkapan, hukum Nevada mengatur hak-hak pemegang saham serta kewenangan dewan. Jumlah kepemilikan bisa memengaruhi kemampuan seorang pemegang saham untuk mengambil tindakan seperti solicitasi persetujuan, atau memengaruhi keputusan tata kelola.
Dengan latar belakang ini, waktu terjadinya perselisihan pengungkapan dan dorongan Dewan untuk mengubah perjanjian manajemen aset 10X menunjukkan bahwa perbedaan pendapat ini mungkin meluas melampaui ketentuan pelaporan regulasi saja. Hal ini juga bisa mencerminkan pertanyaan yang lebih dalam tentang kontrol dan arah strategis di perusahaan publik yang berfokus pada BNB.
