Harga XRP bergerak hampir datar dalam 24 jam terakhir dan juga selama satu minggu terakhir. Pergerakan sideways ini menunjukkan ketidakpastian pasar yang jelas. Secara sekilas, aktivitas institusi terlihat mendukung. Exchange-traded fund (ETF) XRP spot kini telah mencatat arus masuk selama tiga minggu berturut-turut. Tapi di balik tren positif ini, sebuah kelemahan tersembunyi sedang perlahan terbentuk.
Beberapa sinyal teknikal dan on-chain mengindikasikan XRP mungkin lebih dekat ke risiko breakdown daripada yang terlihat di permukaan.
ETF Inflow Tetap Positif, tapi Kekuatan Institusi Nampaknya Cepat Memudar
ETF XRP spot telah mencatat arus masuk selama tiga minggu berturut-turut. Pada minggu yang berakhir 6 Februari, arus masuknya mencapai US$36,04 juta. Namun, pada minggu yang berakhir 20 Februari, arus masuk terus turun hingga hanya tersisa US$1,84 juta.
Penurunan ini setara dengan hampir 95% dari arus masuk mingguan dalam tiga minggu tersebut.
Arus masuk ETF menunjukkan seberapa banyak dana institusi yang masuk ke dalam sebuah aset. Peningkatan arus masuk biasanya menandakan kepercayaan yang semakin besar. Tapi saat arus masuk turun, walau masih positif, itu menandakan keyakinan institusi melemah dengan cepat.
Perlambatan institusi ini sudah mulai terlihat di grafik. Harga XRP jatuh di bawah Volume Weighted Average Price (VWAP) mingguan pada 18 Februari dan belum mampu menembus kembali garis tersebut sampai sekarang.
VWAP merupakan harga rata-rata berdasarkan volume. Banyak pihak besar menjadikan VWAP sebagai tolok ukur biaya rata-rata institusi.
Jika harga jatuh di bawah VWAP, artinya rata-rata institusi memegang posisi di zona kerugian. Ini sering kali menurunkan kemauan mereka untuk menambah pembelian. Terakhir kali XRP menembus VWAP mingguan, harga sempat turun nyaris 26%. Koreksi sejak 18 Februari juga masih berlanjut.
Pada saat yang sama, XRP hampir membentuk hidden bearish divergence antara 6 Februari dan 20 Februari. Dalam periode ini, harga XRP nampaknya membuat lower high. Namun, Relative Strength Index (RSI) sudah membentuk higher high.
RSI mengukur momentum. Jika momentum naik, tapi harga gagal mengikuti, itu menandakan kekuatan pemulihan melemah dan ada potensi perpanjangan tren turun XRP jika US$1,379 jebol. Konfirmasi harga yang lebih jelas bakal terjadi jika harga XRP saat ini gagal menembus atau melewati US$1,439.
Secara keseluruhan, penurunan arus masuk ETF, hilangnya VWAP, dan bearish divergence menunjukkan kekuatan institusi mulai melemah, meskipun arus masuk ETF masih positif.
Arus Exchange dan Aksi Beli Saat Harga Turun Jelaskan Kenapa Harga Belum Ambruk
Meski sempat jatuh di bawah VWAP, XRP belum benar-benar anjlok seperti sebelumnya. Data on-chain membantu menjelaskan situasi ini.
Salah satu metrik utama adalah Exchange Net Position Change. Metrik ini memantau apakah koin sedang masuk atau keluar dari exchange. Outflow umumnya mengindikasikan pembelian, sementara penurunan outflow berarti permintaan melemah.
Pada 18 Februari, outflow dari exchange sempat memuncak di kisaran 71,32 juta XRP. Baru-baru ini, outflow menurun ke sekitar 41,69 juta XRP. Penurunan ini sekitar 41%.
Mau insight token seperti ini tiap hari? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Ini memperlihatkan bahwa tekanan beli memang melemah cukup signifikan, namun tetap ada.
Indikator lain menunjukkan pembeli masih aktif. Money Flow Index (MFI) mencatat arus modal riil yang masuk ke suatu aset. Antara 6 Februari hingga 19 Februari, harga XRP bergerak menurun.
Namun, MFI justru bergerak naik. Divergensi ini menandakan pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk akumulasi meski harga sedang melemah.
Aksi beli saat penurunan ini menjelaskan kenapa XRP relatif stabil meski kehilangan VWAP. Pembeli menyerap tekanan jual. Hal ini sejauh ini juga mencegah harga ambruk seketika. Tapi, dukungan ini terbatas. Jika aksi beli saat koreksi mulai melemah, risiko penurunan bisa meningkat dengan cepat.
Harga XRP Hadapi Ujian Kritis di US$1,25 saat Klaster Biaya Menjadi Support Terakhir
Data cost basis kini menunjukkan XRP mendekati zona support yang krusial. Cost basis adalah harga-harga di mana investor sebelumnya membeli XRP.
Tingkat-tingkat ini sering menjadi support atau resistance yang kuat. Klaster support terpenting saat ini berada di sekitar US$1,26 dan memuat lebih dari 159 juta XRP.
Di titik inilah banyak holder membeli XRP. Selama level ini masih bertahan, harga XRP kemungkinan bisa menghindari crash lebih dalam dari 12%, bahkan jika zona support terdekat di US$1,35–US$1,37 jebol.
Namun, jika XRP turun di bawah US$1,26 (US$1,259 di grafik), tekanan jual bisa melonjak drastis. Level support besar berikutnya akan muncul di sekitar US$1,162 dan US$1,024.
Untuk harapan naik, XRP harus lebih dulu menembus US$1,439. Pemulihan yang lebih kuat butuh pergerakan di atas US$1,476 dan US$1,549. Hanya breakout di atas US$1,670 yang benar-benar bisa mematahkan tekanan bearish.
Saat ini, XRP masih terkunci di antara support institusional yang mulai melemah dan aksi beli di harga turun yang tetap stabil. Arus masuk ETF masih positif, namun menurun dengan cepat.
Sinyal teknikal maupun on-chain memperlihatkan bahwa US$1,259 kini menjadi level paling penting yang bisa menentukan arah pergerakan besar selanjutnya untuk XRP, apalagi jika divergensi bearish dan lemahnya VWAP masih berlanjut.
