Pulihnya harga Bitcoin (BTC) belakangan ini telah meningkatkan sentimen di seluruh pasar aset kripto, dengan para trader menyoroti adanya momentum baru setelah berminggu-minggu pergerakan harga yang tidak menentu.
Di sisi lain, reli ini juga kembali memunculkan sesuatu yang lain: tuduhan baru terhadap Jane Street, sebuah perusahaan trading kuantitatif global dan penyedia likuiditas utama. Tapi, seberapa banyak narasi yang beredar ini benar-benar didukung bukti, dan seberapa banyak yang masih sekadar spekulasi? Karena teori ini kembali muncul, memisahkan fakta-fakta yang bisa diverifikasi dari dugaan di dunia maya jadi sangat penting.
Penjualan Bitcoin Pukul 10 Pagi oleh Jane Street yang Diduga: Teori Manipulasi atau Mitos Pasar?
Jane Street sedang ramai dibahas di Crypto Twitter, dan lonjakan atensi ini meluas ke luar media sosial. Data Google Trends menunjukkan minat pencarian untuk “Jane Street Bitcoin” baru-baru ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini menandakan rasa penasaran publik yang meningkat tajam.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Apa yang membuat fokus pada Jane Street kembali meningkat? Pencarian sederhana di X menunjukkan banyak posting yang mengaitkan Jane Street dengan pergerakan harga Bitcoin. Pusat dari diskusi ini adalah tuduhan adanya pola penjualan Bitcoin pada pukul 10 pagi waktu Eastern Time (ET).
Sejak 2024, Zero Hedge berkali-kali menyoroti apa yang ia sebut sebagai pola yang berulang. Menurutnya, Bitcoin sering mengalami penurunan tajam sekitar pukul 10 pagi ET. Jane Street kerap disebut berkaitan dengan teori ini.
Tuduhan serupa muncul juga pada Desember 2025.
“Jane Street adalah salah satu perusahaan high-frequency trading terbesar di dunia. Mereka punya kecepatan dan likuiditas untuk menggerakkan pasar selama beberapa menit. Polanya sederhana: 1. Dump BTC saat pasar buka. 2. Dorong harga ke kantong likuiditas. 3. Masuk lagi di harga bawah. 4. Ulangi tiap hari,” tulis Bull Theory dalam postingannya.
Pada saat itu, BeInCrypto melaporkan bahwa belum ada regulator, exchange, atau sumber data independen yang mengonfirmasi adanya aksi terkoordinasi. Perlu diketahui, tuduhan baru terhadap Jane Street kembali muncul setelah administrator Terraform Labs menggugat perusahaan trading tersebut.
“Siapa yang menjatuhkan Luna dan UST hingga ke 0 dan menenggelamkan seluruh pasar aset kripto tahun 2022? Jane Street. Jane Street juga yang dituduh melakukan ‘manipulasi pukul 10 pagi’ sekaligus pelaku utama di balik kejatuhan Terra 2022,” terang Ash Crypto dalam pernyataannya.
Jane Street telah membantah semua tuduhan dan menegaskan berniat membela diri di pengadilan. Meski begitu, beberapa analis mulai mengaitkan waktu gugatan tersebut dengan harga Bitcoin.
Beberapa pengamat di X mengklaim bahwa proses hukum terhadap Jane Street mungkin telah menghentikan aksi jual yang disebut-sebut terjadi setiap pukul 10 pagi. Berdasarkan narasi ini, absennya penurunan harga Bitcoin di jam perdagangan siang hari membuat harga Bitcoin naik selama dua hari terakhir.
Dalam satu postingan panjang, Justin Bechler menyebut bahwa dugaan “daily flash crash” sempat berhenti setelah gugatan hukum Terraform Labs diumumkan ke publik awal tahun lalu.
Tapi, ia menjelaskan bahwa pola pukul 10 pagi ini kembali terjadi di kuartal 3 tahun 2025. Menurutnya, pada bulan Desember, penurunan harga intraday kembali terjadi dengan dampak besar.
“Intinya, aksi dump jam 10 pagi berhenti saat Jane Street mendapat pengawasan dari pengacara, dan mulai lagi ketika situasinya sudah reda,” ujarnya melalui unggahannya. “Bitcoin seharusnya sudah di level US$150.000 saat ini, dan semua orang tahu itu. Kemarin, gugatan federal di Manhattan telah diajukan yang menjelaskan alasan pastinya.”
Bechler juga memaparkan bahwa Jane Street mengungkapkan kepemilikan besar IBIT di laporan 13F Q4 2025 miliknya. Selain itu, mereka juga meningkatkan kepemilikan MicroStrategy secara signifikan.
“Ini terlihat seperti aksi akumulasi bullish jika Anda tidak tahu siapa sebenarnya Jane Street. Jane Street adalah satu dari hanya empat perusahaan yang diizinkan untuk melakukan pembuatan dan penebusan in-kind untuk IBIT. Tiga lainnya adalah Virtu Americas, JP Morgan Securities, dan Marex. Jane Street juga merupakan peserta resmi untuk ETF Bitcoin Fidelity serta WisdomTree,” tuturnya.
Menurutnya, peran ini memberi Jane Street “akses langsung ke mekanisme yang menghubungkan harga saham ETF dengan harga Bitcoin sebenarnya.” Bechler menuturkan bahwa Jane Street bisa memindahkan Bitcoin masuk dan keluar dari struktur ETF, melakukan arbitrase perbedaan harga antara dana dan pasar spot, dan memegang posisi inventaris dalam skala yang jauh lebih besar dibanding pelaku pasar pada umumnya.
Dia juga menambahkan bahwa Formulir 13F hanya menunjukkan posisi saham long, namun tidak mewajibkan pengungkapan terkait opsi, Futures, atau swap.
“Ketika Jane Street melaporkan memegang US$790 juta saham IBIT, dokumen tersebut sama sekali tidak memberi tahu Anda apakah saham itu dilindungi oleh put, diimbangi dengan short Futures, atau dibungkus dalam collar yang membuat eksposur bersih Bitcoin perusahaan menjadi nol atau bahkan negatif,” ucapnya.
Dia mengungkap bahwa publik hanya melihat yang nampaknya sebagai akumulasi. Padahal, posisi tersebut bisa saja merupakan eksposur short besar yang terlihat seperti long, karena sisi lain perdagangan itu tetap tersembunyi sesuai aturan pengungkapan yang berlaku saat ini.
Dia juga menuturkan bahwa Formulir 13F hanyalah potret satu sisi neraca keuangan. Sisi lain tidak bisa terlihat oleh siapa pun di luar perusahaan tersebut.
“Jika perusahaan memegang US$790 juta saham IBIT lalu mengimbanginya dengan US$790 juta opsi put atau short Futures, maka eksposur bersihnya adalah nol. Jika portofolio derivatif melebihi posisi ekuitas, eksposur bersihnya jadi negatif, yang berarti Jane Street justru untung saat harga Bitcoin turun. Pada kedua skenario tersebut, perusahaan punya dorongan kuat untuk menggunakan posisi istimewanya sebagai authorized participant guna menekan harga spot, memicu likuidasi, serta meraup selisih harga,” komentar Bechler.
Argumen Balik: Volatilitas, Bukan Kejahatan
Tidak semua orang meyakini hal tersebut. Sejumlah analis menolak narasi itu, serta menganggap pola pukul 10 pagi terlalu dibesar-besarkan. Julio Moreno, Head of Research di CryptoQuant, langsung mempertanyakan narasi tersebut.
Dia menjelaskan bahwa mekanisme yang dipaparkan, yakni membeli Bitcoin di pasar spot lalu menjual di Futures, memang bukan hal aneh. Menurut Moreno, inilah “yang biasa dilakukan oleh dana delta netral lainnya.”
Moreno juga menyoroti tidak adanya konteks pasar yang lebih luas dalam diskusi ini. Ia menekankan bahwa secara keseluruhan, pertumbuhan permintaan spot Bitcoin turun tajam sejak awal Oktober 2025, tren yang ia sebut sebagai penyebab jelas penurunan harga.
Benjamin Cowen, CEO Into The Cryptoverse, pun ikut berpendapat. Ia menilai bahwa Bitcoin secara historis memang kerap reli mendekati awal Maret di setiap tahun paruh waktu. Dia menambahkan bahwa setiap siklus pasar biasanya melahirkan narasi sendiri untuk menjelaskan pergerakan harga.
“Aksi harga Bitcoin bukanlah konspirasi yang dimanipulasi,” ia tulis.
Selain itu, Jeff Park, chief investment officer ProCap sekaligus penasihat Bitwise, menyarankan bahwa perdebatan ini justru mencerminkan kesalahpahaman soal cara ETF bekerja secara teknis.
Dia menyebutkan bahwa fokus pada masing-masing perusahaan seperti Jane Street justru mengabaikan mekanisme struktural yang mengatur seluruh Authorized Participant (AP) dalam kerangka kerja ETF Bitcoin.
Para pengguna X juga mulai menunjukkan bahwa Jane Street terlihat menghapus semua postingan dari akunnya usai tuntutan hukum. Hal ini makin memicu spekulasi di dunia maya.
Namun, klaim itu segera terbantahkan. Ekonom Alex Krüger meluruskan bahwa Jane Street memang tidak pernah memiliki postingan di akun X-nya sejak awal.
“Jumlah kabar bohong dan narasi palsu yang beredar di dunia kripto benar-benar luar biasa. Jane Street memang tidak punya postingan untuk dihapus. Saya bisa membuktikan lewat Wayback Machine,” ia unggah.
Mengapa Teori Sell-Off Jane Street Pukul 10 Pagi Cukup Menggema
Trader ritel memperhatikan Bitcoin tak menggubris sentimen positif, termasuk aksi beli MicroStrategy dan kondisi regulasi yang mendukung, meski harga tetap lemah dan sentimen jatuh ke zona ketakutan ekstrim. Dalam konteks seperti itu, penjelasan sederhana dan mudah dikenali akan terasa sangat menarik.
Diduga berhentinya pola 10 pagi setelah adanya gugatan besar cocok dengan narasi korelasi-dianggap-sebab yang sering menyebar di Crypto Twitter.
Namun, korelasi bukanlah bukti. Untuk saat ini, teori 10 pagi masih sebatas dugaan semata, belum terbukti sebagai fakta.
