Pada Jumat, 15 November, Bitcoin Dominance (BTC.D) — metrik yang melacak pangsa pasar sang raja aset kripto secara keseluruhan — menunjukkan kesiapan untuk naik ke 65%. Namun, skenario ini gagal terjadi lantaran harga Bitcoin gagal melancarkan retest di level US$93.000. Hal ini menandakan bahwa siklus altcoin season mungkin sudah dimulai.
Kondisi stagnasi ini nampaknya menciptakan peluang bagi altcoin, yang sebelumnya tertinggal jauh di belakang BTC. Pertanyaan utama kini adalah apakah dominasi Bitcoin akan terus menukik seiring lonjakan harga altcoin.
Bitcoin Koreksi di Tengah Pasar yang Penuh Keserakahan
Hingga saat ini, dominasi Bitcoin telah turun menjadi 60%. Aksi turun ini bertentangan dengan ekspektasi sejumlah analis bahwa harga Bitcoin mungkin siap meroket ke US$100.000 dalam beberapa hari mendatang.
Menurut temuan BeInCrypto, fenomena drop ini juga ada kaitannyaa dengan meningkatnya performa altcoin. Beberapa hari lalu, altcoin season index masih berada di angka 33. Namun per kemarin (17/11), menurut data Blockchaincenter, indeks tersebut melejit ke 39.
Adapun kenaikan ini mencerminkan bahwa semakin banyak altcoin dalam 50 besar yang mengungguli kinerja Bitcoin (BTC). Token-token seperti Bonk (BONK) dan Ripple (XRP) terus mempertahankan momentum naiknya, berkontribusi pada ledakan kapitalisasi pasar altcoin serta penurunan dominasi Bitcoin.

Lebih lanjut, keserakahan ekstrem di pasar juga bisa berdampak pada aksi harga Bitcoin. Saat ini, Crypto Fear and Greed Index, yang utamanya mengukur sentimen Bitcoin, telah mencapai level “Extreme Greed” mencolok di angka 90.
“Extreme Fear” biasanya menunjukkan kecemasan investor yang tinggi, yang dapat menjadi peluang beli potensial. Sebaliknya, ketika investor terlalu serakah, ini biasanya menandakan bahwa pasar mungkin siap untuk koreksi.

Oleh karena itu, melihat kondisi saat ini, kemungkinan besar harga Bitcoin akan mengalami koreksi. Pendapat ini juga sejalan dengan sentimen analis Rekt Capital. Menurutnya, altcoin mungkin akan memulai breakout segera sebagai dampak dari amblasnya dominasi Bitcoin.
“Bitcoin Dominance — Kita melihat dampak dari skenario terbaik dengan sangat jelas. Ini adalah altcoin season. Penurunan BTC DOM ke 57,68% memungkinkan jendela altcoin ini. Penurunan lebih lanjut ke zona hijau akan memungkinkan breakout altcoin,” ujar Rekt Capital di X (sebelumnya Twitter).
Altcoin Bersiap Ukir Puncak Baru
Sementara itu, TOTAL2, yakni total kapitalisasi pasar dari 125 altcoin teratas termasuk Ethereum (ETH), telah mencapai US$1,19 triliun. Terakhir kali angka ini tercapai adalah pada bulan Juni lalu.
Berdasarkan grafik harian, TOTAL2 mencapai level ini berkat minat besar pada altcoin dan juga breakout dari pola descending triangle. Descending triangle biasanya dianggap sebagai pola bearish. Namun, pola ini juga dapat menandakan bullish reversal apabila harga berhasil breakout ke arah sebaliknya, seperti yang terjadi pada kapitalisasi pasar altcoin.
Jika posisi ini terus bergerak naik, altcoin season bisa saja mulai bergulir. Namun, agar hal ini terjadi, Bitcoin Dominance harus terus turun, dan altcoin season index harus bergerak mendekati angka 75 dari posisi saat ini di 39.

Andaikata skenario ini terwujud, TOTAL2 bisa naik menjadi US$1,27 triliun. Namun, seumpama harga Bitcoin melampaui rekor all-time high (ATH)-nya, siklus altcoin season mungkin terpaksa harus kembali tertunda, dan prediksi ini bisa batal.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi mengenai peluang datangnya altcoin season ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
