Harga XRP melonjak hampir 3% pada hari Kamis, sehingga membawa level psikologis US$2 semakin dekat untuk dicapai.
Kenaikan ini terjadi di tengah ekspansi agresif Ripple dalam ekosistem aset kripto miliknya, yang ditandai oleh kemitraan strategis dengan DXC Technology (DXC).
Sponsored
Sponsored
Harga XRP Bidik Level US$2 saat Ripple Perluas Jangkauan Perbankan
Pada waktu publikasi, harga XRP diperdagangkan di US$1,96, atau hampir menyentuh batas US$2 setelah naik 2,95% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Ripple, Monica Long, menyoroti prediksi kuat untuk 2026. Lalu, CEO Ripple Brad Garlinghouse juga hadir pada acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Meski begitu, kenaikan terbaru token Ripple terjadi setelah jaringan ini menjalin kerja sama dengan DXC Technology, yang bertujuan menghubungkan infrastruktur perbankan tradisional dengan solusi blockchain untuk perusahaan.
DXC mengumumkan bahwa mereka akan mengintegrasikan layanan kustodi aset digital dan solusi pembayaran dari Ripple ke dalam platform inti perbankan Hogan milik mereka. Kabarnya, platform tersebut mengelola lebih dari 300 juta rekening deposito, dengan total nilai melebihi US$5 triliun di seluruh dunia.
Sponsored
Sponsored
Integrasi ini bertujuan agar lembaga keuangan dapat menyediakan layanan kustodi aset digital, tokenisasi, dan pembayaran lintas negara tanpa harus mengganggu sistem inti perbankan yang sudah ada.
“Agar aset digital bisa masuk ke sektor keuangan utama, institusi perlu memiliki kustodi yang aman dan kemampuan pembayaran yang lancar,” bunyi kutipan dalam pengumuman itu, seperti dikatakan oleh Sandeep Bhanote, Global Head and General Manager of Financial Services di DXC.
Menurut Bhanote, kerja sama DXC Technology dengan Ripple mampu menggabungkan semua kemampuan ini sehingga bank bisa ikut serta dalam ekosistem aset digital tanpa harus mengubah sistem inti mereka.
Lewat kolaborasi ini, Ripple Payments yang berlisensi dan menyediakan solusi lengkap lintas negara, serta Ripple Custody yang dirancang untuk pengelolaan aset digital institusi, akan terintegrasi langsung ke dalam infrastruktur perbankan korporasi DXC.
Integrasi ini membuat bank dan fintech bisa mengadopsi kemampuan aset digital sekaligus tetap mematuhi regulasi dan menjaga kelangsungan operasional.
Sponsored
Sponsored
“Bank semakin mendapat tekanan untuk melakukan modernisasi, tapi tetap beroperasi di atas infrastruktur yang rumit,” tambah Joanie Xie, VP dan Managing Director Amerika Utara di Ripple. “Kemitraan kami dengan DXC menghadirkan kustodi aset digital, RLUSD, dan pembayaran langsung ke dalam lingkungan inti perbankan yang sudah dipercaya institusi.”
Bersama-sama, mereka memungkinkan bank menyediakan layanan aset digital yang aman dan patuh terhadap regulasi dalam skala korporasi tanpa mengganggu sistem berjalan.
Adopsi Institusional Makin Menguat saat Ripple Berkembang Secara Global
Inisiatif ini menjadi langkah besar dalam upaya Ripple untuk mendorong adopsi aset digital miliknya di kalangan lembaga keuangan arus utama.
Sponsored
Sponsored
Meskipun RLUSD, stablecoin mereka, mencatat rekor tertinggi berkat minat institusi di pasar seperti UEA, kapitalisasi pasarnya masih relatif kecil yaitu US$1,4 miliar, atau hanya sebagian kecil dari pasar stablecoin global senilai US$309 miliar.
Sementara itu, XRP terus menumbuhkan optimisme seiring ekosistem Ripple yang makin berkembang dan narasi adopsi yang kian kuat.
Kemitraan DXC–Ripple menandakan penerimaan institusi terhadap solusi blockchain di sistem inti perbankan juga terus bertumbuh.
Dengan menyediakan “konektivitas last-mile” antara TradFi dan aset on-chain, kolaborasi ini mengurangi hambatan yang sering dihadapi bank saat bereksperimen dengan mata uang digital. Hal ini berpotensi mendorong penerapan nyata secara luas.
Langkah strategis Ripple di sektor korporasi, ditambah dengan momentum harga XRP yang positif, kemungkinan akan menarik minat lebih lanjut baik dari institusi maupun peserta ritel.
