Harga Solana masih terus tertekan, memperpanjang tren penurunan selama tiga minggu terakhir di tengah minimnya dukungan investor dan kondisi ekonomi makro yang bearish.
SOL diperdagangkan di kisaran US$80, mencerminkan menurunnya permintaan di pasar aset kripto secara keseluruhan. Kekhawatiran bertambah karena para holder jangka panjang sekarang mulai menunjukkan tanda-tanda melemahnya keyakinan.
Sponsored
Sponsored
Pasokan Solana yang Menguntungkan Turun ke Level Terendah dalam Beberapa Tahun
Data on-chain menunjukkan bahwa pasokan Solana yang masih untung telah turun ke 15%. Ini merupakan level terendah sejak November 2022. Berkurangnya pasokan yang profitable biasanya menandakan mayoritas holder mengalami kerugian, yang sering kali membuat mereka enggan menjual lebih lanjut.
Secara historis, profitabilitas serendah ini biasanya muncul bersamaan dengan fase stabilisasi. Tekanan jual cenderung berkurang saat semakin sedikit investor yang tetap untung. Namun, situasi saat ini berbeda karena pasar secara keseluruhan sedang lemah dan sentimen holder jangka panjang terus memburuk, sehingga efek pemulihannya menjadi terbatas.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini setiap hari? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Salah satu metrik kunci yang menegaskan perubahan ini adalah Liveliness, yang mengukur aktivitas holder jangka panjang. Lonjakan Liveliness baru-baru ini menandakan adanya peningkatan pergerakan token dari wallet yang sebelumnya tidak aktif. Perilaku ini menunjukkan bahwa holder jangka panjang Solana sedang mendistribusikan aset, bukan melakukan akumulasi selama harga sedang menurun.
Ketika holder jangka panjang mulai menjual, momentum makro biasanya melemah lebih lanjut. Partisipasi mereka biasanya mencerminkan tingkat keyakinan yang tinggi. Kenaikan Liveliness yang terus berlangsung menandakan kepercayaan yang makin luntur, dan hal ini bisa memperkuat tren bearish serta mengurangi peluang pemulihan harga Solana secara cepat.
Sponsored
Sponsored
Mengapa LTH Mulai Menjual?
Tanda-tanda holder jangka panjang menjual mulai terlihat pada akhir Januari. Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) holder jangka panjang turun di bawah nol. Perubahan ini menandai kapitulasi, artinya holder jangka panjang mulai mengalami kerugian secara agregat.
Terakhir kali NUPL holder jangka panjang Solana turun ke bawah nol adalah pada Mei 2022. Kapitulasi saat itu memicu distribusi meluas sebelum akhirnya stabil. Penjualan oleh investor jangka panjang di fase rugi ini sering kali mencerminkan kelelahan psikologis dan bukan penyesuaian taktis.
Holder jangka panjang mulai menyerah pada 24 Januari, namun lonjakan Liveliness baru terlihat sekitar satu minggu setelahnya. Penundaan ini menunjukkan holder awalnya menunggu adanya rebound. Tapi karena harga Solana terus turun, akhirnya mereka pun menjual. Jika pola ini berlanjut, peluang pemulihan bisa makin melemah.
Tren Turun Harga SOL Berlanjut
Harga Solana diperdagangkan di kisaran US$80 dan masih berada dalam tren penurunan yang sudah berlangsung tiga minggu. SOL bertahan tipis di atas level support US$79. Lemahnya permintaan investor yang terus-menerus meningkatkan risiko breakdown di bawah level ini.
Jika penjualan holder jangka panjang berlanjut dan tren turun tetap bertahan, SOL berpotensi kehilangan support di US$79. Breakdown yang terkonfirmasi bisa menyeret Solana menuju US$70, yang sesuai dengan level ekstensi Fibonacci 1,786. Area tersebut menjadi support teknikal utama berikutnya.
Di sisi lain, jika holder jangka panjang berhenti menjual, momentum bisa membaik. Jika SOL menembus garis tren turun dan melewati resistance US$88, pemulihan kemungkinan akan semakin cepat. Pergerakan naik menuju US$95 akan membatalkan skenario bearish dan menandakan kekuatan bullish yang baru pada pergerakan harga Solana.
