Pasar kredit menunjukkan tanda-tanda tekanan yang meningkat karena investor semakin banyak melakukan lindung nilai. Peningkatan posisi defensif ini terjadi bersamaan dengan kenaikan spread kredit.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana tekanan di pasar utang tradisional dapat berdampak pada aset kripto.
Pasar Bersiap untuk Tekanan Kredit
Menurut The Kobeissi Letter, open interest opsi put pada empat exchange-traded fund (ETF) kredit AS terbesar telah mencapai rekor tertinggi dengan 11,5 juta kontrak. Ini mencakup:
- iShares iBoxx $ High Yield Corporate Bond ETF (HYG)
- State Street SPDR Bloomberg High Yield Bond ETF (JNK)
- iShares iBoxx $ Investment Grade Corporate Bond ETF (LQD)
- Invesco Senior Loan ETF (BKLN)
Total kontrak yang beredar di ETF ini sudah dua kali lipat lebih banyak dibandingkan 12 bulan terakhir. Aktivitas lindung nilai ini sekarang melebihi 10 juta kontrak yang tercatat saat bear market tahun 2022.
“Investor sedang melakukan lindung nilai terhadap crash pasar kredit dengan kecepatan yang makin tinggi,” bunyi unggahan tersebut.
Ikuti kami di X agar tidak ketinggalan berita terbaru saat peristiwa terjadi
Sebagai gambaran, opsi put adalah kontrak keuangan yang memberi hak, tapi bukan kewajiban, bagi pembeli untuk menjual sejumlah aset dasar tertentu (seperti saham, komoditas, atau sekuritas lain) pada harga yang sudah ditentukan (strike price) sebelum tanggal jatuh tempo.
Jika harga aset turun di bawah strike price, pembeli bisa menjual aset pada harga strike price yang lebih tinggi dan mendapatkan keuntungan. Meski begitu, bila harga tetap di atas strike price, opsinya akan berakhir tanpa nilai dan pembeli akan kehilangan premi yang telah dibayarkan. Opsi ini dianggap sebagai sinyal bearish karena investor membeli put ketika mereka memperkirakan harga akan turun, atau ingin melindungi diri dari risiko penurunan.
Jadi, laju peningkatan lindung nilai ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar di antara pelaku institusi. Selain itu, The Kobeissi Letter juga menambahkan bahwa spread kredit high-yield sektor teknologi melonjak menjadi 556 basis poin, melampaui puncak April 2025 dan merupakan level terlebar sejak Oktober 2023. Secara keseluruhan, spread high-yield kini berada di 361bps, tertinggi sejak November 2025.
“Ini berarti obligasi junk sektor teknologi kini diperdagangkan dengan premi +195 basis poin dibandingkan pasar lainnya, tertinggi setidaknya dalam 3 tahun terakhir. Koreksi pasar kredit nampaknya baru saja dimulai,” tulis The Kobeissi Letter.
Tekanan kredit tidak hanya terjadi di AS. Menurut Reuters, indeks iTRAXX Europe Crossover naik hampir 11 basis poin menjadi sekitar 270 basis poin. Indeks iTRAXX Europe Main juga meningkat menjadi sekitar 57 basis poin. Hal ini kembali menunjukkan kekhawatiran investor yang semakin besar.
Bloomberg juga melaporkan bahwa spread pada obligasi dolar dengan rating investment grade di Asia (kecuali Jepang) melebar ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
“Credit-default swap pada utang seperti itu melonjak paling signifikan sejak September dan juga naik di Eropa. Beberapa penerbit bisa memilih untuk menunda penjualan obligasi yang sudah direncanakan, ungkap orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, sementara sebagian penerbit tetap melanjutkan,” papar laporan tersebut .
Konflik yang semakin memanas di Timur Tengah juga semakin memperburuk kecemasan pasar.
Implikasi untuk Pasar Aset Kripto
Bagi pasar kripto, tekanan di pasar kredit punya implikasi penting. Posisi opsi put di ETF kredit AS yang mencapai rekor menandakan institusi tengah bersiap menghadapi tekanan besar.
Aset kripto yang dipandang sebagai aset berisiko tinggi sering kali ikut mengalami penurunan ketika pasar keuangan global goyah dan likuiditas menyusut. Penilaian ulang kredit saat ini bisa saja mengurangi minat terhadap posisi spekulatif, sehingga menambah volatilitas di Bitcoin, Ethereum, dan altcoin.
Meski begitu, dampak jangka panjang tetap bergantung pada respon pembuat kebijakan. Bila tekanan kredit berlanjut menjadi krisis keuangan yang lebih luas, bank sentral bisa saja beralih ke kebijakan dukungan likuiditas atau memangkas suku bunga. Dalam situasi seperti itu, kripto, khususnya Bitcoin, bisa kembali diminati sebagai aset sensitif likuiditas maupun alternatif penyimpan nilai.
Untuk saat ini, lonjakan rekor atas lindung nilai kredit mencerminkan sikap waspada. Beberapa minggu ke depan menjadi masa yang krusial untuk melihat apakah pasar kredit akan mereda atau justru sinyal peringatan tersebut memicu penyesuaian harga yang lebih luas.
